Dalil Kewajiban berhijab dalam Al-Qur'an dan Hadits
بسم الله الرحمن الرحيم
Kita sebagai Muslim tentu mengimani yang namanya Hari Kebangkitan, yang disebut dengan Yaumul Ba'ats.
Yaumul Ba'ats adalah hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur, lalu diarahkan untuk berkumpul di padang Mahsyar.
Yaumul Ba'ats ini terjadi setelah tiupan Sangkakala yang kedua oleh Malaikat.
حدثنا علي بن عبد العزيز ، ثنا أبو غسان ، ثنا عبد السلام بن حرب ، عن أبي خالد الدالاني ، عن المنهال بن عمرو ، عن أبي عبيدة، عن مسروق ، عن عبد الله بن مسعود ، ح وحدثنا محمد بن النضر الأزدي ، وعبد الله بن أحمد بن حنبل ، والحضرمي ، قالوا : ثناإسماعيل بن عبيد بن أبي كريمة الحراني ، ثنامحمد بن سلمة الحراني ، عن أبي عبد الرحيم ، عن زيد بن أبي أنيسة ، عن المنهال بن عمرو ، عن أبي عبيدة بن عبد الله ، عن مسروق بن الأجدع ، ثنا عبد الله بن مسعود ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال ؛ يجمع الله الأولين والآخرين لميقات يوم معلوم قياما أربعين سنة شاخصة أبصارهم ينتظرون فصل القضاء . قال : وينزل الله عز وجل في ظلل من الغمام من العرش إلى الكرسي ، ثم ينادي مناد أيها الناس : ألم ترضوا من ربكم الذي خلقكم ورزقكم ، وأمركم أن تعبدوه ولا تشركوا به شيئا أن يولي كل إنسان منكم ما كانوا يعبدون في الدنيا ، أليس ذلك عدلا من ربكم ؟ قالوا : بلى ، فينطلق كل قوم إلى ما كانوا يعبدون ، ويتولون في الدنيا . قال : فينطلقون ويمثل لهم أشباه ما كانوا يعبدون ؛ فمنهم من ينطلق إلى الشمس ، ومنهم من ينطلق إلى القمر والأوثان من الحجارة ، وأشباه ما كانوا يعبدون . قال : ويمثل لمن كان يعبد عيسى شيطان عيسى ويمثل لمن كان يعبد عزيرا شيطان عزير ، ويبقى أهل الإسلام جثوما، فيقال لهم : ما لكم لا تنطلقون كما انطلق الناس ؟ قال : فيقولون : إن لنا إلها ما رأيناه . فيقول : هل تعرفونه إن رأيتموه ؟ فيقولون : إن بيننا وبينه علامة إذا رأيناها عرفناه . قال : فيقول : ما هي ؟ فيقولون : يكشف عن ساقه ، فعند ذلك يكشف عن ساقه فيخر كل من كان مشركا يرائي لظهره ، ويبقى قوم ظهورهم كصياصي البقر يريدون السجود فلا يستطيعون ، وقد كانوا يدعون إلى السجود وهم سالمون ، ثم يقول : ارفعوا رءوسكم فيرفعون رءوسهم فيعطيهم نورهم على قدر أعمالهم .
Menceritakan kepada kami Ali bin Abdul Aziz, Menceritakan kepada kami Abu Ghisan, Menceritakan kepada kami Abdus Salam bin Harb, Menceritakan kepada kami Abu Kholid Ad Dalaani,dari Munhal bin Amru, dari Abu Ubaidah, dari Masruq, dari Abdullah bin Mas'ud,
Menceritakan kepada kami Muhammad bin An Nadhor Al Azadi dan Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, dan Al Hadromi mereka berkata: Menceritakan kepada kami Ismail bin Ubaid bin Abu Karimah, dari Zaid bin Abu Anisah, dari Munhal bin Amru, dari Ubaidah, dari Masruq, dari Abdullah bin Mas'ud, dari Rosulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Allah menghimpunkan orang-orang yang pertama dan orang-orang yang terakhir di suatu tempat pada hari yang telah dimaklumi, mereka berdiri selama empat puluh tahun, semua orang mengarahkan pandangannya ke langit menunggu-nunggu keputusan peradilan.
Lalu Allah turun dalam naungan awan dari Arasy sampai ke Al-Kursi.maka berserulah seorang penyeru: “Wahai sekalian manusia, tidakkah kalian merelakan Rabb kalian yang telah menciptakan kalian, yang telah memberi rizqi pada kalian, dan mememerintahkan kepada kalian untuk tidak berbuat syirik kepadanya dengan sesuatu apapun,
untuk menyerahkan setiap orang kepada apa yang dia sembah di dunia dan dia berpaling kepadanya. Bukankah itu adalah keadilan dari Rabb kalian?” Mereka berkata: “Tentu”
Dia berkata: “Maka beranjaklah setiap orang dari kalian kepada apa yang ia berpaling padanya di dunia.” Dan diperlihatkan pada mereka apa yang mereka sembah di dunia.
Dia berkata: “Diperlihatkan bagi yang menyembah ‘Isa syaithan yang menjelma sebagai ‘Isa, diperlihatkan bagi yang menyembah ‘Uzair syaithan yang menjelma sebagai ‘Uzair .” tersisa umat dari pemeluk islam dia berkata pada mereka: “Kenapa kalian tidak beranjak sebagaimana manusia beranjak?” Maka mereka berkata: “Sesungguhnya kami memiliki sesembahan yang kami belum melihatnya.”
Maka ia berkata: “Lalu dengan apa kalian mengetahui Rabb kalian jika kalian melihatnya?” Mereka berkata: “Antara kami dengan Dia ada suatu tanda, jika kami melihat-Nya kami akan mengetahui-Nya.” Dia berkata: “Apa tanda itu?” Mereka berkata: “disingkapnya Betis.”
Maka disingkaplah suatu betis.
Maka tersungkurlah setiap orang di permukaan melakukan sujud dan tersisalah suatu kaum yang punggung mereka seperti tembok kandang sapi, mereka ingin sujud namun mereka tidak mampu Sesungguhnya mereka dahulu (ketika hidup di dunia) sudah diseru supaya bersujud, dan (di kala itu) mereka dalam keadaan sejahtera, Kemudian mereka diperintah lalu mereka mengangkat kepala mereka lalu mereka diberi cahaya mereka sesuai dengan kadar amalan mereka.
• Sabda Rasulullah "ثم ينادي مناد أيها الناس : ألم ترضوا من ربكم الذي خلقكم ورزقكم ، وأمركم أن تعبدوه ولا تشركوا به شيئا" (maka berserulah seorang penyeru: Wahai sekalian manusia, tidakkah kalian merelakan Rabb kalian yang telah menciptakan kalian, yang telah memberi rizqi pada kalian, dan mememerintahkan kepada kalian untuk tidak berbuat syirik kepadanya dengan sesuatu apapun).
Yakni diserukan kepada manusia tentang persaksian tauhid (توحيد).
Tauhid adalah masdar dari tsulatsi majid wazan فعل dengan mentasjidkan ain fiilnya,mauzunnya احد yang bermakna meniadakan dua, tiga dan seterusnya.
Maka makna tauhid adalah menjadikan Allah satu satunya robb dan satu satunya yang diibadahi.
Persaksian Manusia kepada Allah terjadi tiga kali.
1. Pertama dilakukan dalam alam roh,
2. Kedua didunia yaitu dengan perantara Nabi dan rosul Allah,
3. Ketiga Diakhriat sebagaiman lafazh matan hadits ini
Hal ini terdapat penjelasanya dari riwayat secara mauquf Ad Dahhak, bahwa telah menceritakan kepadanya Ibnu Abbas rodhiallahu anhu, beliau berkata :
أن الله مسح صلب آدم فاستخرج منه كل نسمة هو خلقها إلى يوم القيامة ، فأخذ منهم الميثاق : أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا ، وتكفل لهم بالأرزاق ، ثم أعادهم في صلبه . فلن تقوم الساعة حتى يولد من أعطى الميثاق يومئذ ، فمن أدرك منهم الميثاق الآخر فوفى به ، نفعه الميثاق الأول . ومن أدرك الميثاق الآخر فلم يف به ، لم ينفعه الميثاق الأول . ومن مات صغيرا قبل أن يدرك الميثاق الآخر ، مات على الميثاق الأول على الفطرة
"Bahwa sesungguhnya Allah mengusap sulbi Adam, lalu mengeluarkan darinya semua manusia yang kelak akan diciptakan-Nya sampai hari kiamat. Kemudian Allah mengambil janji dari mereka, yaitu hendaknyalah mereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Allah menyatakan pula bahwa Dialah yang akan menjamin rezeki mereka. Setelah itu Allah mengembalikan mereka ke dalam sulbinya. Maka hari kiamat masih belum akan terjadi sebelum orang (terakhir) yang telah melakukan perjanjian pada hari itu. Maka barang siapa dari mereka yang menjumpai perjanjian yang lain (yakni di dunia), lalu ia menunaikannya, niscaya perjanjian yang pertama bermanfaat baginya. Dan barang siapa yang menjumpai perjanjian yang lain, lalu ia tidak mengikrarkannya, maka perjanjiannya yang pertama tidak bermanfaat baginya. Dan barang siapa yang meninggal dunia ketika masih kanak-kanak sebelum menjumpai perjanjian yang lain, maka ia mati dalam keadaan berpegang kepada perjanjian pertama dan dalam keadaan fitrah (suci dari dosa).".
• Sabda Rasulullah " أن يولي كل إنسان منكم ما كانوا يعبدون في الدنيا ، أليس ذلك عدلا من ربكم ؟ قالوا : بلى" (untuk menyerahkan setiap orang kepada apa yang dia sembah di dunia dan dia berpaling kepadanya. Bukankah itu adalah keadilan dari Rabb kalian?” Mereka berkata: “Tentu”.
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,’Aku tidaklah butuh adanya tandingan-tandingan. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal dalam keadaan menyekutukan Aku dengan selain Aku, maka Aku akan meninggalkan dia dengan apa yang dijadikan sekutunya itu.’”
• Sabda Rasullullah "فينطلق كل قوم إلى ما كانوا يعبدون ، ويتولون في الدنيا"( “Maka beranjaklah setiap orang dari kalian kepada apa yang ia beribadah kepadanya dan yang dimintai pertolongan saat dunia.
Yaitu mereka mendatangi kepada orang yang menyerunya didunia,sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Hakim hadits dari Anas bin Malik rodhiallahu anhu berkata :
سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول : ما من داع رجلا إلى شيء إلا كان موقوفا معه يوم القيامة لازما له يقاد معه
Aku mendengar Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: " tidaklah seseorang menyeru kepada yang lainnya dari sesuatunya, kecuali bahwa mereka akan bersama samanya pada satu tempat dihari kiamat, mereka tidak melepaskannya, dan menuntunya".
Para penyesat tersebut diserupakan dengan apa yang dijadikan ilah ilah mereka saat didunia, dan mereka dicampakan dalam neraka, sebagaimana yang difirmankan Allah azza wa jalla :
بْكِبُوا فِيهَا هُمْ وَالْغَاوُونَ , وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ , قَالُوا وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ , تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ , إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ , وَمَا أَضَلَّنَا إِلَّا الْمُجْرِمُونَ , فَمَا لَنَا مِنْ شَافِعِينَ , وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍ
“Maka mereka (sesembahan-sesembahan) itu dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat dan seluruh bala tentara Iblis. Mereka berkata ketika sedang bertengkar di dalam neraka, “Demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata karena kita telah mempersamakan kalian dengan Tuhan semesta alam. Tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang pendosa. Kini tidak ada seorang pun yang dapat memberi syafaat kepada kami, dan kami juga tidak lagi memiliki teman yang akrab…”(Asy Syu’ara 94-101)
Dan ini adalah dalil bahwa orang kafir tidak dihisab amalan amalanya, sebab mereka akan masuk langsung keneraka,
Syaikh Abdul Qodir Al Jailani dalam al gunyah meriyawatkan hadits secara mualaq dari Ali Rodhiallahu anhu berkata: Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
إن الله يحاسب كل الخلق إلا من أشرك بالله، فإنه لا يحاسب ويؤمر به إلى النار
Sesunguhnya Allah menghisab seluruh makhluk, kecuali yang melakukan syirk, bahwasanya mereka tidak dihisab dan diperintahkan untuk masuk nereka.
• Sabda Rasullullah "ويبقى أهل الإسلام جثوما"،( dan tersisa dari pemeluk islam dalam keadaan berjongkok).
Kata السلام adalah masdar wazan أفعل mauzun سلم artinya patuh, tunduk,
Maka yang dimaksud اهل الاسلام disini adalah orang yang bertauhid dari umat para nabi dari jaman Nabi Adam hingga jaman Muhammad shollallahu alaihi wa sallam,
Sebagaimana yang telah Allah Ta’ala firmankan:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah semata dan jauhilah thoghut".
Dan juga Firman-Nya
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدُونِ
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah oleh kalian akan Aku.”
• Sabda Rasullullah "ما لكم لا تنطلقون كما انطلق الناس ؟" (Kenapa kalian tidak beranjak sebagaimana manusia beranjak?)
Yaitu mengikuti kepergian orang orang kafir menuju ilah ilah mereka, iman merekalah yang menahan mengikuti langkah langkah orang-orang kafir tersebut, hal ini sebagaimana saat mereka didunia menahan diri dari mengikuti langkah langkah syaithan yang menyesatkan, karena tunduk akan perintah Allah azza wa jalla, sebagaimana firman-Nya
إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
“ Karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” (QS. Faathir [35]: 6).
• Sabda Rasullullah "فيقولون : إن لنا إلها ما رأيناه" (Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami memiliki sesembahan yang kami belum melihatnya.)
• Sabda Rasullullah "فيقول : هل تعرفونه إن رأيتموه ؟ فيقولون : إن بيننا وبينه علامة إذا رأيناها عرفناه . قال : فيقول : ما هي ؟ فيقولون : يكشف عن ساقه" (Maka ia berkata: “Lalu dengan apa kalian mengetahui Rabb kalian jika kalian melihatnya?” Mereka berkata: “Antara kami dengan Dia ada suatu tanda, jika kami melihat-Nya kami akan mengetahui-Nya.” Dia berkata: “Apa tanda itu?” Mereka berkata: “disingkapnya Betis.”).
• Sabda Rosullullah "، فعند ذلك يكشف عن ساقه فيخر كل من كان مشركا يرائي لظهره" (Maka disingkaplah suatu betis. Maka tersungkurlah setiap orang di permukaan melakukan sujud)
Yakni mereka yang menyembah kepada Allah secara ikhlas dan tidak terkotori penyakit hati, sebagaimana firman- Nya
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ}
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (Al-An'am: 82)
Abu Fida dalam tafsirnya menjelaskan ;
هؤلاء الذين أخلصوا العبادة لله وحده لا شريك ، له ، ولم يشركوا به شيئا هم الآمنون يوم القيامة ، المهتدون في الدنيا والآخرة
Yakni mereka adalah orang-orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan mereka tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Mereka adalah orang-orang yang mendapat keamanan pada hari kiamat, dan merekalah orang-orang yang mendapat hidayah di dunia dan akhirat.
• Sabda Rosullullah "ويبقى قوم ظهورهم كصياصي البقر يريدون السجود فلا يستطيعون وقد كانوا يدعون الى السجود وهم سالمون" (tersisalah suatu kaum yang punggung mereka seperti tembok kandang sapi, mereka ingin sujud namun mereka tidak mampu. Sesungguhnya mereka dahulu (ketika hidup di dunia) sudah diseru supaya bersujud, dan (di kala itu) mereka dalam keadaan sejahtera)
Mereka adalah kaum yang beribadah hanya ingin dilihat manusia, namun saat menyendiri mereka bermaksiat, sebagaimana sabda Rosullullah shollallahu alaihi wa sallam
لأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِى يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا ». قَالَ ثَوْبَانُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ. قَالَ : « أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا »
Dari Tsauban, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Sungguh aku mengetahui suatu kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan banyak kebaikan semisal Gunung Tihamah. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut menjadi debu yang bertebaran.” Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, coba sebutkan sifat-sifat mereka pada kami supaya kami tidak menjadi seperti mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun mereka adalah saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian. Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.”
Mereka Ingin sujud namun Allah tidak mengidzikan sebagaimana yang disebutkan dalam Riwayat Al Bukhori,
مَنْ كَانَ يَسْجُدُ اتِّقَاءً وَرِيَاءً إِلاَّ جَعَلَ اللَّهُ ظَهْرَهُ طَبَقَةً وَاحِدَ
dan semua orang yang dahulu bersujud karena takut dan ingin dilihat orang lain (karena riya’) dijadikan satu tulang punggungnya (tidak beruas) oleh Allah,.
• Sabda Rosullullah "ثم يقول : ارفعوا رءوسكم فيرفعون رءوسهم فيعطيهم نورهم على قدر أعمالهم ." (Kemudian mereka diperintah lalu mereka mengangkat kepala mereka lalu mereka diberi cahaya mereka sesuai dengan kadar amalan mereka. )
Cahaya disini adalah cahaya yang akan menuntun mereka diatas Shirat sebagaimana yang difirmankan Allah
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُم بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِم بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar".
Ibnu Rajab menjelaskan hal ini beliau berkata:
وهي في الآخرة نورٌ للمؤمنين في ظلمات القيامة ، وعلى الصراط ، فإنَّ الأنوارَ تُقسم لهم على حسب أعمالهم
“Dan ia di akhirat menjadi cahaya bagi kaum mu'minin di dalam kegelapan, dan di atas shirath, karena sesungguhnya cahaya-cahaya dibagikan kepada mereka sesuai dengan amalan-amalan mereka.”
والله علم بصوب
Komentar
Posting Komentar